Isra
Mi’raj dalam timbangan Sains
Oleh : La Ode Yusran
Di
Suatu pagi, Rasulullah SAW duduk di depan Ka’bah sembari merenungi kejadian
“Spektakuler” yang dialaminya semalam. Ya, kejadian Isra mi’raj yang menurut
Al-Allamah al-Manshurfuri terjadi pada malam 27 Rajab tahun 10 Kenabian.
Rasulullah SAW Isra dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina)
kemudian Mi’raj ke Sidratul Muntaha bertemu Allah SWT dan mendapatkan wahyu
Sholat Lima Waktu. “Spektakulernya”, itu terjadi hanya dalam waktu Semalam.
Di
tengah perenungan Rasulullah SAW, lewatlah “Fir’aunnya umat” sembari bertanya
ke Rasulullah SAW. Siapa lagi kalau bukan si Abu Jahal alias Abu Hakam.
Kemudian Rasulullah SAW bercerita semua yang dialami selama kejadian tersebut kepada
Abu Jahal. Singkat cerita, berkumpulah masyarakat Makkah. Rasulullah SAW dan
Abu Jahal naik ke sebuah bukit kemudian bercerita tentang peristiwa
“spektakuler” tersebut. Tentu Abu Jahal berniat mempermalukan Rasulullah SAW.
Setelah bercerita, masyarakat Makkah yang awalnya kafir makin Kafir. Bahkan sebagian
orang berimanpun mulai bimbang. Sederhanya, Saya membayangkan ada seorang yang
bercerita, semalam saya didatangi oleh malaikat Jibril dan kendaraan mirip kuda
bersayap (buraq) kemudian mereka membawa saya ke palestina dan naik ke langit
bertemu Allah SWT kemudian kembali ke Makkah hanya dalam waktu semalam (Jika
menggunakan onta memakan waktu 1 sampai 2 bulan)
Tentu
Peristiwa ini menimbulkan “Pro dan Kontra”. Bagi kita umat islam wajib meyakini
kejadian tersebut. Bahwa Peristiwa Isra Mi’raj benar-benar terjadi. Lantas
bagaimana Ilmu pengetahuan atau Sains menjawab peristiwa tersebut ?. Sekali
lagi kawan, perbaiki posisi dudukmu dan simaklah penjelasan saya berikut !.
Jika
menggunakan kaca mata Sains, peristiwa tersebut bisa saja terjadi. Sebelum saya
membahas secara ilmiah, simaklah kejadian spektakuler yang dialami seekor semut
berikut !
Si
semut ini bisa melakukan perjalanan dari Sulawesi ke Jakarta dalam waktu tiga
jam. Hahahaha, gimana ceritanya ?. Sebut saja Zainuddin Ngaciro, hari ini Si
Ngaciro ingin bepergian dari Sulawesi ke Jakarta. Ketika sedang berkemas, ada
seekor semut masuk ke dalam tas si ngaciro. Singkat cerita, tibalah si ngaciro
di Jakarta dan si semut tadi masih ada di dalam tas. Akhirnya si semut tadi
bisa melakukan perjalanan dari Sulawesi ke Jakarta hanya dalam waktu tiga jam,
Spektakuler bukan.
Peristiwa
Isra Mi’raj mungkin seperti itu. Malaikat diciptakan dari cahaya dan kecepatan
cahaya adalah 3 x 10^8 m/s. Artinya, dalam satu detik jarak yang ditempuh
adalah 300.000.000 meter. Jika buraq berjalan bersama Malaikat Jibril, tentu
buraq juga bergerak dengan kecepatan cahaya seperti di atas. Maka menjadi logis
jika perjalanan Rasulullah SAW bersama mereka bisa ditempuh dalam waktu singkat.
Wallahua’lam
No comments:
Post a Comment