Sunday, August 4, 2019

Latihan Soal-Soal Pengukuran dan Angka Penting

           

                     Download Soal

                     Kunci Jawaban

Thursday, July 25, 2019

Makhluk Ghaib : Gelombang dan Partikel

Makhluk Ghaib : Gelombang dan Partikel
Oleh La Ode Yusran

dr Zakir Naik pernah berkata bahwa Al-Qur’an itu logis, tetapi ilmu pengetahuan belum mampu menjangkaunya. Tak menutup kemungkinan suatu saat nanti ilmu pengetahuan akan mampu menjangkau kebenaran isi Al-Quran. Sengaja ku awali tulisan dengan ungkapan seorang Ulama yang kiprah dakwahnya di dunia internasional tak diragukan lagi agar kalian mengerti maksud dan tujuan tulisan ini. Oke kawan, Perbaiki posisi dudukmu dan simaklah tulisan berikut :
Sederhanya, gelombang adalah getaran (energi) yang merambat dan tidak memiliki massa sedangkan materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa. Dalam hal Mikroskopik, Dahulu para Ilmuan meyakini bahwa Gelombang itu bukan materi/ partikel. Gelombang berbeda dan terpisah secara mutlak dengan partikel. Namun, di awal abad ke 20, bermunculan hasil eksperimen para ilmuan yang memaksa mereka berpikir kembali tentang suatu postulat/ hipotesis untuk menjelaskan hasil eksperimen tersebut terkhusus persoalan gelombang dan partikel. Alhasil, Para ilmuan menyampaikan kesimpulan baru bahwa “Gelombang Juga Memiiliki Sifat dan perilaku  seperti Partikel, Sedangkan Partikel Juga Memiliki Sifat dan Perilaku seperti Gelombang.  Konsep ini dikenal dengan “Dualisme” Gelombang - Partikel. Tentu para pembelajar Sains terkhusus fisika akrab dengan konsep ini. Bagaimana tidak, Konsep ini salah satu titik balik keruntuhan Fisika klasik dan menuju era baru yang dikenal dengan Fisika Kuantum. Konsep – Konsep Fisika Kuantum lah yang mengisi erah Kemajuan Revolusi industri kala itu hingga kini.
Namun, tahukah kita bahwa gambaran konsep itu telah ada dalam ajaran islam sejak 14 abad lalu. Mengutip Perkataan Ustadz Adi Hidayat “Al – Quran bukan kitab Sains tapi Isyarat Sains sangat amat banyak dalam Al-Quran”. Simak penjelasan saya berikut :
Malaikat, salah satu makhluk ciptaan Allah yang hanya taat dan patuh kepada-Nya. Malaikat diciptakan dari Cahaya (Gelombang). Kecepatan gelombang cahaya adalah 3 x 10 8 m/s. Karenanya ia bergerak “secepat kilat”. Ia juga memiliki sifat partikel, sehingga malaikat mampu berubah wujud menjadi manusia (partikel). Ia mampu menghilang atau bergerak sangat cepat karena ia juga adalah gelombang. Sederhananya, malaikat memiliki sifat gelombang dan partikel. Mungkin itu juga yang terjadi pada Bangsa Jin. Jin diciptakan dari nyala api yang tentu memiliki cahaya (gelombang) tetapi beserta panas (energi kalor). Karenanya Jin bisa merubah dirinya menjadi apapun (partikel) selain Nabi Muhammad SAW, tetapi sembari melepaskan energi. Oleh karena itu, Jin yang menampakkan diri sesungguhnya dalam keadaan lemah karena melepaskan energi.
Tulisan ini tentang makhluk ghaib, tetapi tak lengkap rasanya jika tak membahas manusia. Lantas bagaimana dengan manusia ? manusia diciptakan dari tanah (partikel). Tetapi ia juga memiliki sifat atau perilaku seperti gelombang tetapi bukan gelombang cahaya. Karenanya manusia tidak bisa bergerak secepat malaikat. Manusia hanya bisa menghasilkan gelombang suara/ bunyi.

Wallahu a’lam


Wednesday, July 24, 2019

Benarkah Orang Gemuk Malas Mandi ?


Benarkah Orang Gemuk Malas Mandi ?
Oleh : La Ode Yusran

Tulisan ini tidak untuk menyindir siapa-siapa (cari aman . . . hahaha) tapi sekadar berbagi pengetahuan. Okay, aduk kopimu perlahan-lahan dan simak tulisan berikut.

Adalah Momen Inersia, istilah yang akrab ketika belajar fisika terkhusus materi gerak (mekanika). Momen Inersia bahkan telah dipelajari sejak SMA. Momen Inersia atau disebut juga momen kelembaman adalah besaran yang menunjukkan besar kecilnya sifat inersia/ kelembaman yang dimiliki oleh benda. Apa itu sifat inersia ? Kecenderungan benda untuk mempertahankan keadaannya atau kondisi awalnya (kemalasan). Benda yang awalnya diam akan cenderung diam dan benda yang awalnya bergerak akan cenderung bergerak. Contoh : jika ada mobil dibiarkan diam, maka mobil tersebut akan cenderung diam. Jika mobil tersebut dalam keadaan bergerak kemudian mesin mobil mati, mobil tersebut masih akan cenderung bergerak beberapa saat. Contoh lain, mungkin ada yang pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri kejadian melompat keluar dari mobil yang sedang bergerak. Saya pribadi pernah melihat orang “jatuh taguling-guling” karena lompat dari mobil. Why ? karena keadaan awal orang tersebut bergerak relativ terhadap tanah (dalam mobil) sehingga dia masih akan cenderung bergerak terhadap tanah. Maka lompat dari mobil yang sedang bergerak membutuhkan Teknik tertentu.

Sekarang kita akan membahas sesuatu yang lebih menarik. Sifat inersia/ kelembanan/ kemalasan berbanding lurus dengan massa benda. Semakin besar massa benda maka semakin besar sifat inersianya.
Simak ilustrasi berikut :
Ada motor dan mobil  dalam keadaan diam, maka yang paling sulit bergerak adalah mobil. Jika motor dan mobil tesebut bergerak, maka yang paling sulit berhenti adalah mobil juga. Kenapa ? karena massa mobil lebih besar maka sifat inersia mobil juga lebih besar dari motor sehingga mobil memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mempertahankan keadaan awalnya. Ini bisa dianalogikan pada manusia. Jika ada si kurus dan si gemuk dalam keadaan diam atau tidur-tiduran maka yang paling sulit/ malas bergerak atau bangun adalah si gemuk. Karena si gemuk malas bergerak maka dia jarang ke kamar mandi. Karena dia jarang ke kamar mandi maka dia jarang mandi atau malas mandi (hahaha…sekedar intermezo dan boleh di skip). Tapi, jika si kurus dan si gemuk dalam keadaan bergerak atau bekerja maka yang paling sulit berhenti adalah si gemuk (tepuk tangan untuk si gemuk). 

Apakah konsep ini benar ? Jika objeknya benda mati/ benda tak hidup sudah barang tentu benar. Bagaimana jika objeknya manusia seperti si kurus dan si gemuk tadi ? belum tentu juga karena manusia adalah makhluk special yang diberikan akal untuk berpikir sehingga dapat membedakan baik buruk. Manusia bisa memilih menjadi baik atau buruk termasuk bisa memilih menjadi orang yang rajin mandi atau malas mandi…hahahaha


Monday, May 27, 2019

Proses “Pemantulan” dan Fatamorgana Dunia

Proses “Pemantulan” dan Fatamorgana Dunia

Oleh : La Ode Yusran

Kita sering kali mendengar nasehat dari para orang tua : “hati-hati nak, jangan tertipu dengan dunia”. Nasehat semacam itu sesungguhnya memiliki makna yang dalam. Allah SWT juga sudah “mewanti-wanti” kita dengan dunia ini dalam firman-Nya :

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Q.S Al-Hadid : 20)

saya ingin tunjukkan betapa dunia ini sangat amat menipu. Saya akan masuk dengan pertanyaan : kenapa kita bisa melihat warna ? kenapa kita bisa melihat rumah, mobil, lelaki, wanita, pohon dan lainnya ? bagaimana prosesnya ?. Yang pernah belajar fisika mungkin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Lantas bagaimana dengan yang lupa ? jangan khawatir, saya akan membahasnya secara ringkas di bawah ini.
Kita bisa melihat benda-benda sekitar diakibatkan dua hal : 1) benda tersebut memancarkan cahaya 2) proses pemantulan. Kita akan focus pada aspek yang kedua yakni “proses pemantulan” (aspek yang pertama sepertinya sudah jelas). Jika cahaya polikromatik (cahaya gabungan seluruh spektrum warna) misalnya cahaya matahari atau lampu mengenai suatu benda (bukan benda bening), benda tersebut akan menyerap (absoprsi) dan atau memantulkan cahaya tersebut (refleksi). Ketika kita melihat baju berwarna merah, yang terjadi adalah baju tersebut menyerap seluruh spektrum warna dan hanya memantulkan spektrum warna merah. Pantulan itu sampai ke mata kita sehingga kita melihat baju tersebut berwarna merah. Terkhusus “warna” putih dan hitam, secara teoritis jika terlihat putih maka benda tersebut memantulkan seluruh spektrum cahaya dan jika terlihat hitam maka menyerap seluruh spektrum warna.

Pada dasarnya, sebagian besar benda-benda atau perhiasan dunia yang dibangga-banggakan oleh sebagian manusia hanyala benda-benda gelap yang tidak terlihat. Tidak percaya ? silahkan masukkan benda-benda tersebut ke dalam ruangan saat malam hari kemudian padamkan lampu. Jangankan benda-benda tersebut, bahkan kita tidak bisa melihat diri kita sendiri. Benda-benda tersebut hanya bisa memantulkan cahaya yang jatuh kepadanya. Apakah kita masih membangga-banggakan benda-benda gelap tersebut yang jika tidak ada cahaya mereka bukanlah apa-apa ?. Memang dunia ini menipu, dunia ini hanya cobaan dan ujian. Kita tertipu oleh benda-benda gelap yang pada dasarnya semua sama. Jadi selamat “menikmati” kehidupan dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Beruntunglah orang-orang yang lolos dari tipuan, cobaan dan ujian yakni orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya.