Monday, May 27, 2019

Proses “Pemantulan” dan Fatamorgana Dunia

Proses “Pemantulan” dan Fatamorgana Dunia

Oleh : La Ode Yusran

Kita sering kali mendengar nasehat dari para orang tua : “hati-hati nak, jangan tertipu dengan dunia”. Nasehat semacam itu sesungguhnya memiliki makna yang dalam. Allah SWT juga sudah “mewanti-wanti” kita dengan dunia ini dalam firman-Nya :

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Q.S Al-Hadid : 20)

saya ingin tunjukkan betapa dunia ini sangat amat menipu. Saya akan masuk dengan pertanyaan : kenapa kita bisa melihat warna ? kenapa kita bisa melihat rumah, mobil, lelaki, wanita, pohon dan lainnya ? bagaimana prosesnya ?. Yang pernah belajar fisika mungkin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Lantas bagaimana dengan yang lupa ? jangan khawatir, saya akan membahasnya secara ringkas di bawah ini.
Kita bisa melihat benda-benda sekitar diakibatkan dua hal : 1) benda tersebut memancarkan cahaya 2) proses pemantulan. Kita akan focus pada aspek yang kedua yakni “proses pemantulan” (aspek yang pertama sepertinya sudah jelas). Jika cahaya polikromatik (cahaya gabungan seluruh spektrum warna) misalnya cahaya matahari atau lampu mengenai suatu benda (bukan benda bening), benda tersebut akan menyerap (absoprsi) dan atau memantulkan cahaya tersebut (refleksi). Ketika kita melihat baju berwarna merah, yang terjadi adalah baju tersebut menyerap seluruh spektrum warna dan hanya memantulkan spektrum warna merah. Pantulan itu sampai ke mata kita sehingga kita melihat baju tersebut berwarna merah. Terkhusus “warna” putih dan hitam, secara teoritis jika terlihat putih maka benda tersebut memantulkan seluruh spektrum cahaya dan jika terlihat hitam maka menyerap seluruh spektrum warna.

Pada dasarnya, sebagian besar benda-benda atau perhiasan dunia yang dibangga-banggakan oleh sebagian manusia hanyala benda-benda gelap yang tidak terlihat. Tidak percaya ? silahkan masukkan benda-benda tersebut ke dalam ruangan saat malam hari kemudian padamkan lampu. Jangankan benda-benda tersebut, bahkan kita tidak bisa melihat diri kita sendiri. Benda-benda tersebut hanya bisa memantulkan cahaya yang jatuh kepadanya. Apakah kita masih membangga-banggakan benda-benda gelap tersebut yang jika tidak ada cahaya mereka bukanlah apa-apa ?. Memang dunia ini menipu, dunia ini hanya cobaan dan ujian. Kita tertipu oleh benda-benda gelap yang pada dasarnya semua sama. Jadi selamat “menikmati” kehidupan dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Beruntunglah orang-orang yang lolos dari tipuan, cobaan dan ujian yakni orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya.


No comments:

Post a Comment