Proses
“Pemantulan” dan Fatamorgana Dunia
Oleh : La Ode Yusran
Kita sering kali mendengar nasehat dari
para orang tua : “hati-hati nak, jangan tertipu dengan dunia”. Nasehat semacam
itu sesungguhnya memiliki makna yang dalam. Allah SWT juga sudah “mewanti-wanti”
kita dengan dunia ini dalam firman-Nya :
“Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang
melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan
tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya
mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat
warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang
keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak
lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Q.S Al-Hadid : 20)
saya ingin tunjukkan betapa dunia ini
sangat amat menipu. Saya akan masuk dengan pertanyaan : kenapa kita bisa melihat
warna ? kenapa kita bisa melihat rumah, mobil, lelaki, wanita, pohon dan lainnya
? bagaimana prosesnya ?. Yang pernah belajar fisika mungkin tahu jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan tersebut. Lantas bagaimana dengan yang lupa ? jangan khawatir,
saya akan membahasnya secara ringkas di bawah ini.
Kita bisa melihat benda-benda sekitar
diakibatkan dua hal : 1) benda tersebut memancarkan cahaya 2) proses
pemantulan. Kita akan focus pada aspek yang kedua yakni “proses pemantulan” (aspek
yang pertama sepertinya sudah jelas). Jika cahaya polikromatik (cahaya gabungan
seluruh spektrum warna) misalnya cahaya matahari atau lampu mengenai suatu
benda (bukan benda bening), benda tersebut akan menyerap (absoprsi) dan atau
memantulkan cahaya tersebut (refleksi). Ketika kita melihat baju berwarna
merah, yang terjadi adalah baju tersebut menyerap seluruh spektrum warna dan
hanya memantulkan spektrum warna merah. Pantulan itu sampai ke mata kita sehingga
kita melihat baju tersebut berwarna merah. Terkhusus “warna” putih dan hitam,
secara teoritis jika terlihat putih maka benda tersebut memantulkan seluruh spektrum
cahaya dan jika terlihat hitam maka menyerap seluruh spektrum warna.
Pada dasarnya, sebagian besar benda-benda atau
perhiasan dunia yang dibangga-banggakan oleh sebagian manusia hanyala
benda-benda gelap yang tidak terlihat. Tidak percaya ? silahkan masukkan benda-benda
tersebut ke dalam ruangan saat malam hari kemudian padamkan lampu. Jangankan
benda-benda tersebut, bahkan kita tidak bisa melihat diri kita sendiri.
Benda-benda tersebut hanya bisa memantulkan cahaya yang jatuh kepadanya. Apakah
kita masih membangga-banggakan benda-benda gelap tersebut yang jika tidak ada
cahaya mereka bukanlah apa-apa ?. Memang dunia ini menipu, dunia ini hanya
cobaan dan ujian. Kita tertipu oleh benda-benda gelap yang pada dasarnya semua
sama. Jadi selamat “menikmati” kehidupan dunia yang penuh dengan tipu daya ini.
Beruntunglah orang-orang yang lolos dari tipuan, cobaan dan ujian yakni
orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya.

No comments:
Post a Comment