Benarkah
Orang Gemuk Malas Mandi ?
Oleh
: La Ode Yusran
Tulisan
ini tidak untuk menyindir siapa-siapa (cari aman . . . hahaha) tapi sekadar
berbagi pengetahuan. Okay, aduk kopimu perlahan-lahan dan simak tulisan
berikut.
Adalah
Momen Inersia, istilah yang akrab ketika belajar fisika terkhusus materi gerak
(mekanika). Momen Inersia bahkan telah dipelajari sejak SMA. Momen Inersia atau
disebut juga momen kelembaman adalah besaran yang menunjukkan besar kecilnya
sifat inersia/ kelembaman yang dimiliki oleh benda. Apa itu sifat inersia ?
Kecenderungan benda untuk mempertahankan keadaannya atau kondisi awalnya
(kemalasan). Benda yang awalnya diam akan cenderung diam dan benda yang awalnya
bergerak akan cenderung bergerak. Contoh : jika ada mobil dibiarkan diam, maka
mobil tersebut akan cenderung diam. Jika mobil tersebut dalam keadaan bergerak
kemudian mesin mobil mati, mobil tersebut masih akan cenderung bergerak
beberapa saat. Contoh lain, mungkin ada yang pernah melihat atau bahkan
mengalami sendiri kejadian melompat keluar dari mobil yang sedang bergerak.
Saya pribadi pernah melihat orang “jatuh taguling-guling” karena lompat dari
mobil. Why ? karena keadaan awal orang tersebut bergerak relativ terhadap tanah
(dalam mobil) sehingga dia masih akan cenderung bergerak terhadap tanah. Maka
lompat dari mobil yang sedang bergerak membutuhkan Teknik tertentu.
Sekarang
kita akan membahas sesuatu yang lebih menarik. Sifat inersia/ kelembanan/
kemalasan berbanding lurus dengan massa benda. Semakin besar massa benda maka
semakin besar sifat inersianya.
Simak
ilustrasi berikut :
Ada
motor dan mobil dalam keadaan diam, maka
yang paling sulit bergerak adalah mobil. Jika motor dan mobil tesebut bergerak,
maka yang paling sulit berhenti adalah mobil juga. Kenapa ? karena massa mobil
lebih besar maka sifat inersia mobil juga lebih besar dari motor sehingga mobil
memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mempertahankan keadaan awalnya.
Ini bisa dianalogikan pada manusia. Jika ada si kurus dan si gemuk dalam keadaan
diam atau tidur-tiduran maka yang paling sulit/ malas bergerak atau bangun
adalah si gemuk. Karena si gemuk malas bergerak maka dia jarang ke kamar mandi.
Karena dia jarang ke kamar mandi maka dia jarang mandi atau malas mandi
(hahaha…sekedar intermezo dan boleh di skip). Tapi, jika si kurus dan si gemuk
dalam keadaan bergerak atau bekerja maka yang paling sulit berhenti adalah si
gemuk (tepuk tangan untuk si gemuk).
Apakah
konsep ini benar ? Jika objeknya benda mati/ benda tak hidup sudah barang tentu
benar. Bagaimana jika objeknya manusia seperti si kurus dan si gemuk tadi ?
belum tentu juga karena manusia adalah makhluk special yang diberikan akal
untuk berpikir sehingga dapat membedakan baik buruk. Manusia bisa memilih
menjadi baik atau buruk termasuk bisa memilih menjadi orang yang rajin mandi
atau malas mandi…hahahaha
Mantap... 👍
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete